Menatap Masa Depan Lewat Doa dan Budaya: Agenda Ziarah Wali dan Wisata Yogyakarta SMP Al-Azhar Menganti

Gresik – Mengakhiri agenda tahun pelajaran 2025-2026 dengan penuh rasa syukur, SMP Al-Azhar Menganti Gresik menggelar kegiatan religius sekaligus edukatif bertajuk Ziarah Wali dan Wisata Yogyakarta. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas IX ini dirancang bukan sekadar sebagai momen rekreasi melepas penat setelah menempuh masa sekolah. Lebih dari itu, agenda tahunan ini menjadi sarana penting untuk memupuk spiritualitas dan memperluas wawasan kebudayaan nusantara bagi para siswa. Selama dua hari satu malam, tepatnya pada Senin hingga Selasa, 18–19 Mei 2026, para siswa diajak bertualang melintasi batas kota untuk menyerap nilai-nilai kehidupan dari para pendahulu.  

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi buta pada hari Senin, 18 Mei 2026. Tepat pukul 05.45 WIB, seluruh peserta berkumpul di sekolah untuk melakukan proses check-in dan menerima pengarahan. Sebagai pembuka sekaligus bekal spiritual sebelum memulai perjalanan jauh, para siswa mengikuti kegiatan istighosah bersama yang berlangsung khidmat di Hall LPI Al-Azhar. Setelah doa bersama usai, rombongan langsung bergerak menuju Tuban untuk berziarah ke makam Sunan Bonang. Perjalanan spiritual ini berlanjut secara estafet menyusuri wilayah Jawa Tengah, di mana para siswa berziarah ke makam para wali lainnya, meliputi Sunan Muria, Sunan Kudus, dan berakhir di makam Sunan Kalijaga menjelang tengah malam. Di sela-sela perjalanan yang padat tersebut, para siswa juga dibimbing untuk tetap mendirikan salat jama’ qosor sebagai bagian dari edukasi ibadah saat bepergian.  

 

Memasuki hari kedua, Selasa 19 Mei 2026, atmosfer perjalanan berubah menjadi lebih rekreasi dan edukasi budaya. Setelah menempuh perjalanan semalam suntuk, rombongan tiba di kawasan Yogyakarta saat fajar menyingsing. Destinasi pertama yang menyambut para siswa adalah keindahan Pantai Parangtritis untuk menyegarkan pikiran dan berfoto bersama. Puas menikmati deburan ombak, perjalanan bergeser ke jantung kota Yogyakarta. Para siswa diajak berburu oleh-oleh khas Jogja sebelum akhirnya menghabiskan waktu sore di kawasan legendaris Malioboro. Di Malioboro, siswa dibebaskan berinteraksi dengan dinamika budaya lokal, mengamati arsitektur kota, sekaligus melatih kemandirian dalam mengelola waktu dan belanjaan mereka. Petualangan berharga ini akhirnya ditutup dengan perjalanan pulang menuju Gresik pada Selasa malam. Melalui kegiatan ini, SMP Al-Azhar Menganti berharap para alumni kelas IX tidak hanya membawa pulang suvenir dan kenangan manis, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai luhur keagamaan serta kecintaan terhadap warisan budaya sejarah yang akan menjadi bekal berharga di jenjang pendidikan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *