Belajar di Luar Kelas, Menjelajah Pengetahuan, dan Menanamkan Nilai Spiritual
Malang, 5 Oktober 2026 – SMP Al-Azhar Menganti Gresik menyelenggarakan kegiatan Outdoor Learning Goes to Malang sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan edukatif bagi peserta didik. Kegiatan ini dirancang untuk memperluas wawasan siswa melalui pembelajaran langsung di luar kelas, mengenal kekayaan budaya Indonesia, mempelajari anatomi tubuh manusia, serta menanamkan nilai-nilai religius melalui kegiatan ziarah. Rangkaian kegiatan diawali dengan cek-in peserta untuk memastikan kesiapan seluruh peserta sebelum keberangkatan. Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai persiapan siswa, guru, dan pendamping yang mengikuti kegiatan tersebut.
Sebelum rombongan diberangkatkan, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil untuk Muasis Pondok Pesantren Darul Ihsan yang dipimpin oleh Ustadz Moch. Syamsul Anwar, S.Ag. Kegiatan ini menjadi bentuk doa dan penghormatan kepada pendiri pesantren sekaligus pengingat akan pentingnya menghargai jasa para pendahulu.
Acara berikutnya adalah sambutan pemberangkatan yang disampaikan oleh perwakilan Yayasan, Ustadz Ahmad Zaimin, M.Pd. Sambutan tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat belajar, menjaga kedisiplinan, serta membawa nama baik lembaga selama mengikuti kegiatan.
Selanjutnya, Bapak Abdul Ghofur, S.Pd., memberikan pengarahan mengenai pelaksanaan Outdoor Learning. Pengarahan mencakup tata tertib, kedisiplinan, tanggung jawab, keselamatan, serta pentingnya mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Para siswa diharapkan mampu mengambil pelajaran dari setiap tempat yang dikunjungi, bukan sekadar menikmati perjalanan.
Museum Tubuh Bagong Adventure: Mengenal Tubuh Manusia Secara Langsung
Destinasi pertama adalah Museum Tubuh Bagong Adventure, salah satu wahana edukasi yang memberikan pengalaman belajar tentang anatomi dan fungsi organ tubuh manusia.
Di tempat ini, para siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai bagian tubuh dan memahami fungsi organ-organ penting melalui media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Pengalaman tersebut diharapkan membantu siswa menghubungkan materi yang dipelajari di sekolah dengan objek pembelajaran secara langsung.
Jatim Park 1: Mengenal Rumah Adat dan Menjelajahi Wahana Permainan
Perjalanan edukatif berlanjut ke Jatim Park 1, destinasi yang memadukan unsur pendidikan, kebudayaan, dan rekreasi. Di tempat ini, siswa mengunjungi area rumah adat untuk mengenal keberagaman budaya Nusantara.
Melalui pengamatan terhadap rumah-rumah adat, siswa dapat mempelajari ciri khas arsitektur tradisional, keunikan bentuk bangunan, serta nilai-nilai budaya yang mencerminkan identitas masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya bangsa dan menghargai keberagaman sebagai kekayaan Indonesia. Siswa juga dapat melakukan pengamatan dan mencatat informasi sebagai bagian dari tugas pembelajaran selama kegiatan berlangsung. Selain mengenal budaya, siswa berkesempatan menikmati berbagai wahana permainan yang tersedia. Aktivitas ini menghadirkan suasana menyenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antarsiswa, guru, dan pendamping. Dengan demikian, kegiatan rekreasi tetap menjadi bagian dari pengalaman belajar yang membangun kerja sama, keberanian, dan tanggung jawab.
Ziarah Makam Sunan Ampel: Meneladani Perjuangan dan Keteladanan Ulama
Sebagai penutup rangkaian kunjungan edukatif, rombongan melaksanakan ziarah ke Makam Sunan Ampel di Surabaya. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembelajaran spiritual dan pengenalan sejarah penyebaran Islam di Indonesia.
Sunan Ampel dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Jawa. Melalui kunjungan ini, siswa diharapkan dapat mengenal lebih dekat perjuangan dakwah para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan yang bijaksana dan penuh keteladanan.
Ziarah juga menjadi momentum untuk menumbuhkan sikap religius, menghormati jasa para ulama, serta merefleksikan nilai-nilai kebaikan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diajak menjaga adab, ketertiban, dan kesopanan selama berada di lingkungan makam.




Tinggalkan Balasan